NEWS & EVENT

Wali Kota Hadiri Groundbreaking LRT City Jaticempaka

  • 07 October 2017

Wali Kota Bekasi menghadiri Groundbreaking LRT City Jaticempaka - Gateway Park  di Jl. Raya Kapin, Jaticempaka, Pondok Gede, pada Sabtu (7/10/17).

Hadir mendampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi Tri Adhianto, Kepala Dinas Perhubungan Yayan Yuliana, Kasatpol PP Kota Bekasi Cecep Suherlan, Camat Pondok Gede H. Mardani serta Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk  Budi Saddewa Soediro.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk   Budi Saddewa Soediro mengatakan bahwa PT Adhi Karya (Persero) Tbk mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun LRT Tahap I dari Cibubur - Cawang, Bekasi Timur - Cawang, dan Cawang - Dukuh Atas.

“Untuk lintasan-lintasan ini setiap stasiunnya PT Adhi Karya (Persero) Tbk berencana untuk membuat suatu kawasan terpadu dengan moda transportasi LRT ini dan moda transportasi lainnya sehingga akan terbentuk suatu kawasan yang disebut transit oriented development (TOD) salah satunya LRT City - Gateway Park di Jaticempaka ini” ujarnya.

Dalam sambutannya Wali Kota Bekasi beliau mengatakan bahwa saya atas nama Pemerintah Kota Bekasi mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen termasuk PT. Adhi Karya (Persero) Tbk yang mengembangkan investasi infrastrukturnya di Kota Bekasi.

“Kalau kita lihat potensi Kota Bekasi memang sangat luar biasa, ini terbukti belum lama ini kami menerima penghargaan terkait daya tarik investasi di Kota Bekasi” ujarnya.

“Orang berinvestasi di Kota Bekasi itu rumusnya kepastian hukum dan jaminan hukum, saya yakin kalau kota sudah seperti itu maka dia akan berubah pertumbuhan ekonominya, siklus baik inflasi maupun juga  indek pembangunan manusianya” imbuhnya.

“Kota Bekasi merupakan kota yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik dari pada kota-kota lain di Jabodetaek, kalau tidak ada investasi atau siklus ekonomi yang masuk disini orang tidak akan tinggal di Kota Bekasi,” tambahnya.

“Investasi akan aman jika pemerintahnya memberikan jaminan dan kepastian ketetapan hukum yang ada” pungkasnya (gie).